<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hqmovicend's Blog</title>
	<atom:link href="http://hqmovicend.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hqmovicend.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Feb 2009 07:26:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hqmovicend.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hqmovicend's Blog</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hqmovicend.wordpress.com/osd.xml" title="Hqmovicend&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hqmovicend.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketika sebuah benda dijatuhkan&#8230;</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/31/ketika-sebuah-benda-dijatuhkan/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/31/ketika-sebuah-benda-dijatuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 05:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tau Ngga' kamu?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Jika saya menjatuhkan sebuah peluru senapan angin dari puncak gedung paling tinggi di dunia dan mengenai kepala seseorang, apakah peluru itu akan menewaskannya? Tidak. Para pejalan kaki di sekitar Sears Tower di Chicago yang tingginya 443,2 meter tidak perlu khawatir. Orang paling pemberang pun mungkin hanya mengeluarkan umpatan kekesalan, namun tidak ada bahaya dari eksperimen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=112&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Jika saya menjatuhkan sebuah peluru senapan angin dari puncak gedung paling tinggi di dunia dan mengenai kepala seseorang, apakah peluru itu akan menewaskannya?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak. Para pejalan kaki di sekitar Sears Tower di Chicago yang tingginya 443,2 meter tidak perlu khawatir. Orang paling pemberang pun mungkin hanya mengeluarkan umpatan kekesalan, namun tidak ada bahaya dari eksperimen ilmiah yang Anda kerjakan dari puncaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang muncul dalam benak Anda pastilah salah satu pelajaran dari Pak Guru tentang percepatan<span id="more-112"></span> akibat gravitasi—yakni bahwa sebuah benda jatuh makin lama akan makin cepat. Memang begitulah pelajaran fisika mengenai jatuh bebas. Ketika sebuah benda jatuh , benda itu terus-menerus ditarik ke bawah oleh gravitasi, maka tidak peduli berapa pun lajunya pada suatu saat, gravitasi terus membuatnya semakin cepat dan makin cepat. Benda jatuh itu mengalami benda jatuh yang disebut percepatan atau akselerasi. Situasinya sama ketika Anda mendorong kereta kotak sabun. Selama Anda terus mendorong, kereta itu akan makin cepat. Di dunia otomotif, kita menyebut kecepatan ini “<em>pickup</em>”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam skenario seperti ini, kita mungkin tidak terkejut jika pelet, BB, atau peluru senapan angin, asal diberi waktu yang cukup untuk jatuh, akhirnya akan meluncur dengan kecepatan peluru seorang <em>sniper. </em>Atau bahkan secepat cahaya. Perhitungan menggunakan persamaan gravitasi menunjukkan bahwa setelah jatuh dari ketinggian 443,2 meter, sebuah benda—apapun benda itu—akan meluncur meluncur dengan laju sekitar 335 kilometer per jam. Oleh sebab itu, berhati-hatilah mereka yang berada di bawah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi, tunggu. Semua tadi menggunakan pengandaian tidak ada apapun di antara orang sinting di atas (Anda?)<em> </em>dan sasaran di bawah. Ternyata ada, yaitu udara. Keharusan menyibak udara jelas menyebabkan sebuah benda jatuh mengalami perlambatan. Kalau begitu, sekarang kita mempunyai dua gaya saling berlawanan: gaya tarik gravitasi yang cenderung mempercepat benda<span> </span>jatuh dan hambatan udara yang cenderung memperlambat kejatuhannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seperti gaya-gaya saling berlawanan mana pun di alam raya, kedua gaya tersebut akhirnya menyepakati sebuah kompromi yang secara matematika tetap eksak. Perlambatan oleh udara meniadakan porsi yang sama pada percepatan gravitasi, dan ini membatasi kecepatan jatuh maksimum sebuah benda tidak peduli berapa lama ia jatuh. Benda tersebut akan semakin cepat hanya sampai titik tertentu, namun setelah itu ia akan jatuh dengan konstan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sudah barang tentu, hambatan udara akan berbeda-beda untuk bermacam-macam benda yang barangkali akan Anda jatuhkan dari puncak sebuah gedung tinggi: hambatan akan sangat berkurang bagi seekor ayam yang siap untuk dipanggang, misalnya, dibanding hambatan terhadap ayam yang masih hidup, sehat dan berbulu lebat. Oleh sebab itu, laju maksimum tiap benda berbeda melalui udara akan berbeda-beda. Jika udara tidak ada, laju mereka setelah selang waktu yang sama akan sama pula, tidak peduli berat masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk sebuah pelet, hambatan udara akan sedemikian sehingga laju finalnya sesampai di ketinggian jalanan betul-betul tidak membahayakan, termasuk buat kepala yang botak. Dan laju maksimum itu akan tercapai setelah menempuh jarak beberapa lantai saja, maka ekspedisi ilmiah ke Chicago sama sekali tidak perlu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentu saja, Anda harus ingat bahwa yang mempengaruhi kerusakan sebuah benda jatuh bukan hanya laju atau kecepatan melainkan <em>momentum. </em>Momentum adalah kombinasi antara kecepatan dan berat. Bahkan walaupun kecepatan bola bowling yang Anda jatuhkan tidak secepat peluru, dampaknya kepada seseorang pejalan kaki bisa parah sekali karena beratnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mudah-mudahan Anda sudah mempunyai feeling soal ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dikutip dari “Einstein Aja Gak Tau! Penjelasan tentang peristiwa sehari-hari”, karya Robert L. Wolke.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=112&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/31/ketika-sebuah-benda-dijatuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buatan manusia yang memperindah langit malam</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/31/buatan-manusia-yang-memperindah-langit-malam/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/31/buatan-manusia-yang-memperindah-langit-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 05:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tau Ngga' kamu?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana cara membuat warna-warni dalam kembang api? Mereka menambahkan bahan-bahan kimia ke dalam campuran bahan peledak, yakni bahan yang memancarkan warna cahaya tertentu ketika mengalami panas. Anda dapat melemparkan bahan kimia yang sama ke perapian atau api unggun jika menurut Anda api hijau, misalnya, terasa lebih romantik. Ketika Anda melemparkan sebuah atom ke dalam sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=108&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana cara membuat warna-warni dalam kembang api?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mereka menambahkan bahan-bahan kimia ke dalam campuran bahan peledak, yakni bahan yang memancarkan warna cahaya tertentu ketika mengalami panas. Anda dapat melemparkan bahan kimia yang sama ke perapian atau api unggun jika menurut Anda api hijau, misalnya, terasa lebih romantik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika Anda melemparkan sebuah atom ke dalam sebuah nyala api, atom itu dapat mengambil sebagian energi api dengan membuat elektron-elektronnya bergerak lebih cepat. Elektron-elektron “beringas” ini sebetulnya ingi kembali ke tingkat energi alami yang lebih santai (dalam bahasa ilmiah disebut <em>ground state</em>).<span id="more-108"></span> Cara termudah bagi mereka untuk melakukannya adalah melepaskan energi mereka dalam bentuk semburan cahaya. Jika cukup banyak atom dalam sebuah nyala api secara serentak mengambil energi panas dan melemparkannya kembali dalam bentuk cahaya, kita dapat menyaksikannya sebagai cahaya yang sangat terang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setiap jenis atom atau molekul pada awalnya memiliki seperangkat energi elektron yang unik. Maka, tiap jenis atom atau molekul dalam nyala api akan mengambil dan melemparkan kembali jumlah energi yang unik pula. Itu sebabnya atom dan molekul berbeda akan memancarkan panjang gelombang atau warna cahaya berbeda. (Dalam bahasa ilmiah: setiap atom atau molekul memiliki <em>spektrum emisi</em> unik masing-masing). Sayangnya, bagi pabrik kembang api, kebanyakan atom dan molekul memancarkan cahaya dalam warna-warni yang tidak tampak oleh manusia: di daerah spektrum ultraungu atau inframerah. Bagaimanapun, masih ada atom-atom unsur tertentu yang memancarkan warna cemerlang dalam daerah spektrum cahaya nampak sehingga dapat kita nikmati.</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Berikut ini beberapa jenis atom (dalam bentuk senyawa kimia masing-masing) yang digunakan untuk membuat warna-warna dalam kembang api: Merah: stronsium (paling sering dipakai) untuk membuat cahaya berwarna crimson (merah tua keunguan), kalsium untuk membuat warna merah kekuningan, lithium untuk membuat warna carmine (merah tua keunguan juga). Kuning: natrium untuk membuat warna kuning terang. Hijau: barium (paling sering dipakai) untuk membuat warna hijau kekuningan, tembaga untuk membuat warna hijau zamrud, telurium untuk membuat warna hijau rumput, thalium untuk membuat warna hijau kebiruan, seng untuk membuat warna hijau keputihan. Biru: tembaga (paling sering dipakai) untuk membuat warna azure (biru langit cerah), arsenikum untuk membuat warna biru muda, selenium, juga untuk membuat warna biru muda. Ungu: cesium untuk membuat warna ungu kebiruan, kalium untuk membuat warna ungu kemerahan, dan rubidium untuk membuat warna ungu.</span></p>
<p>Dikutip dari “Einstein Aja Gak Tau! Penjelasan tentang peristiwa sehari-hari”, karya Robert L. Wolke.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=108&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/31/buatan-manusia-yang-memperindah-langit-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Ratus Kilogram Keringat Merpati</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/lima-ratus-kilogram-keringat-merpati/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/lima-ratus-kilogram-keringat-merpati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 04:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tau Ngga' kamu?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah pos penimbangan truk, seorang pengemudi truk trailer menggedor-nggedor dinding trailer-nya menggunakan tongkat sebesar pemukul bisbol. Ketika saya tanyakan mengapa ia berbuat demikian, ia menerangkan, “ Truk saya kelebihan berat sampai lima ratus kilogram. Saya mengangkut satu ton burung merpati—maka saya harus membuat separuh dari mereka terbang terus sepanjang waktu.” Oke deh, ini sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=101&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Di sebuah pos penimbangan truk, seorang pengemudi truk trailer menggedor-nggedor dinding trailer-nya menggunakan tongkat sebesar pemukul bisbol. Ketika saya tanyakan mengapa ia berbuat demikian, ia menerangkan, “ Truk saya kelebihan berat sampai lima ratus kilogram. Saya mengangkut satu ton burung merpati—maka saya harus membuat separuh dari mereka terbang terus sepanjang waktu.” Oke deh, ini sebuah lelucon, tetapi mungkinkah itu berhasil?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebuah lelucon sangat tua, yang dimaksudkan tampak ilmiah. Sayang, tidak. Itu tidak akan berhasil.<span id="more-101"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Coba bayangkan seperti ini. Trailer itu penuh dengan barang. Boksnya sendiri entah berapa beratnya. Apakah menggedor-nggedor dindingnya dapat menyebabkan beratnya berubah,entah isinya emas batangan, pasir, bulu angsa, merpati, atau kupu-kupu? Jelas tidak. Berat sekumpulan bahan sama dengan total berat molekul-molekul di dalamnya, tidak peduli bagaimana Anda menata molekul-molekul itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akan tetapi yang menyesatkan adalah kupu-kupu dan merpati yang sedang terbang tidak berpijak ke lantai, sebagaimana muatan lain. Lalu bagaimana berat mereka dapat tersalur ke timbangan yang ditempatkan di bawah roda truk?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Melalui udara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Udara, betapa pun tipis dan tidak kelihatan, adalah sebuah zat. Udara terdiri atas molekul-molekul, sama seperti benda lain, dan karena itu memilik berat: 1,178 kilogram per meter kubik di muka laut. Merpati yang ketakutan yang terbang diluar kehendak sendiri cenderung bertahan di udara dengan berulangkali mengepakkan sayapnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika sayap itu menekan udara ke bawah, dorongan itu tersalurkan, molekul demi molekul, melalui udara. Udara yang tertekan pada gilirannya menekan apapun yang kontak dengannya, termasuk dinding, lantai, dan langit-langit trailer. Gaya dorong sayap merpati dengan demikian betul-betul tetap berada dalam trailer, sehingga tidak merubah pengaruhnya terhadap angka timbangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akan tetapi, Anda akan bersikeras mengatakan, bahwa ketika merpati mulai melesat terbang, bukanlah kakinya mendorong udara ke lantai trailer, sehingga untuk sesaat beban trailer menjadi lebih berat, bukan lebih ringan? Dan bahkan setelah merpati itu telah berada di udara, bukankah kepakan sayapnya terus menerus memberikan gaya tambahan ke bawah, ke lantai trailer, melalui udara, sehingga beban trailer setiap kali menjadi lebih berat?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sikap ngotot Anda sepintas seperti benar. Akan tetapi menurut Sir Isaac Newton, setiap aksi memiliki reaksi yang sama besar dan berlawanan arah. Maka dorongan ke bawah, ke lantai trailer di netralkan secara tuntas oleh gaya dorong ke atas yang dialami oleh merpati sendiri. Karena aturan main inilah merpati mengepakkan sayap mereka untuk terbang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika si pengemudi truk tetap ingin mengakali petugas pengawas lalu lintas angkutan jalan raya, bukan tidak mungkin ia memasukkan seekor kucing di dalamnya, kemudian membuat lubang di lantai trailer untuk mengalirkan keringat merpati yang terkuras karena harus terbang terus menerus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dikutip dari “Einstein Aja Gak Tau! Penjelasan tentang peristiwa sehari-hari”, karya Robert L. Wolke.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=101&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/lima-ratus-kilogram-keringat-merpati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Krik, Krik, Krik . . . Cukup panas, lebih panas ekstra panas!!</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/krik-krik-krik-cukup-panas-lebih-panas-ekstra-panas/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/krik-krik-krik-cukup-panas-lebih-panas-ekstra-panas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 04:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tau Ngga' kamu?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/krik-krik-krik-cukup-panas-lebih-panas-ekstra-panas/</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah membaca bahwa kita dapat mengetahui temperatur dengan memperhatikan derik jangkrik. Bagaimana caranya? Anda tinggal menghitung derik jangkrik itu. Semua satwa berdarah dingin menjalankan fungsi tubuh mereka lebih cepat pada temperatur lebih tinggi. Bandingkan saja seberapa cepat semut berlari antara cuaca dingin dan cuaca panas. Jangkrik tidak dikecualikan. Derik mereka dirancang oleh hukum alam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=98&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Saya pernah membaca bahwa kita dapat mengetahui temperatur dengan memperhatikan derik jangkrik. Bagaimana caranya?</strong></p>
<p class="MsoNormal">Anda tinggal menghitung derik jangkrik itu.</p>
<p class="MsoNormal">Semua satwa berdarah dingin menjalankan fungsi tubuh mereka lebih cepat pada temperatur lebih tinggi. Bandingkan saja seberapa cepat semut berlari antara cuaca dingin dan cuaca panas. Jangkrik tidak dikecualikan. Derik mereka dirancang oleh hukum alam untuk menyesuaikan diri secara langsung dengan temperatur.<span id="more-98"></span> Untuk memahami pesan mereka, Anda tinggal memakai rumus untuk menerjemahkannya.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam hal ini faktor kimiawi lebih berperan daripada faktor biologi. Semua makhluk hidup diatur melalui reaksi-reaksi kimia, dan reaksi-reaksi kimia umumnya berjalan lebih cepat pada temperatur lebih tinggi. Itu karena suatu bahan kimia tidak dapat bereaksi dengan bahan lain selain mereka saling kontak—molekul yang satu bertemu dengan molekul yang lain. Makin tinggi temperatur, makin cepat gerak molekul-molekul dan makin sering mereka bertumbukan dan bereaksi. Orang kimia senang menerapkan aturan sederhana bahwa reaksi kimia menjadi dua kali lebih cepat untuk setiap kenaikan temperatur sepuluh derajat Celcius.</p>
<p class="MsoNormal">Untuk para makhluk berdarah panas dapat mempertahankan temperatur konstan sehingga irama hidup kita juga konstan. Ternyata, jangkrik berderik lebih cepat ketika mereka lebih hangat. Cara terbaik untuk mengukur temperatur ala jangkrik adalah mendengarkan sejenis jangkrik pohon asal Amerika Utara. Namun jika tidak ada, tidak usah khawatir. Jangkrik mana pun umumnya berderik dengan irama dasar kurang lebih sama.</p>
<p class="MsoNormal">Berikut ini cara mengukur temperatur dengan cara mendengarkan derik seekor jangkrik: hitung jumlah deriknya selama lima belas detik, kemudian tambahkan dengan empat puluh. Anda akan memperoleh angka temperatur dengan derajat Fahrenheit.</p>
<p class="MsoNormal">Di negeri yang telah menerapkan sistem metrik, jangkrik pun harus tunduk dengan aturan tersebut, yakni menerapkan angka dengan derajat Celcius. Dalam hal ini Anda dapat menentukan temperatur dalam derajat Celcius dengan menghitung derik jangkrik selama delapan detik, kemudian menambahkan dengan angka lima.</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tapi ingat, jangkrik menyiarkan laporan temperaturnya hanya untuk tempat ia sedang berderik. Jadi, kecuali Anda berada di kebun atau di pekarangan rumah, temperatur sekitar Anda mungkin berbeda dengan temperatur jangkrik. </span></p>
<p>Dikutip dari “Einstein Aja Gak Tau! Penjelasan tentang peristiwa sehari-hari”, karya Robert L. Wolke.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=98&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/krik-krik-krik-cukup-panas-lebih-panas-ekstra-panas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Gelembung Sabun Berbentuk Bulat?</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/mengapa-gelembung-sabun-berbentuk-bulat/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/mengapa-gelembung-sabun-berbentuk-bulat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 03:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tau Ngga' kamu?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Coba kita berpikir begini: tidak akan terkejutkah Anda jika bentuk gelembung itu persegi? Itu karena semua pengalaman kita sejak bayi mengatakan bahwa hukum alam lebih menyukai bentuk-bentuk yang mulus. Memang tidak banyak benda alami yang memiliki ujung tajam atau membentuk sudut ganjil. Pengecualian yang penting dalam hal ini adalah kristal-kristal mineral tertentu, yang cantik justru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=93&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Coba kita berpikir begini: tidak akan terkejutkah Anda jika bentuk gelembung itu persegi? Itu karena semua pengalaman kita sejak bayi mengatakan bahwa hukum alam lebih menyukai bentuk-bentuk yang mulus. Memang tidak banyak benda alami yang memiliki ujung tajam atau membentuk sudut ganjil. Pengecualian yang penting dalam hal ini adalah kristal-kristal mineral tertentu, yang cantik justru karena memiliki bentuk-bentuk geometris serba tajam. Itu mungkin sebabnya mengapa sebagian orang percaya bahwa kristal-kriatal dan piramida memiliki kekuatan supranatural.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akan tetapi itu metafisika, bukan sains.<span id="more-93"></span> Gelembung-gelembung bundar—berbentuk bola—karena ada suatu gaya tarik menarik yang disebut tegangan permukaan yang menarik molekul-molekul air sekuat mungkin untuk membentuk kelompok-kelompok. Dan pengelompokan yang sekuat mungkin antara sejumlah partikel adalah ketika mereka membentuk sebuah bola. Di antara semua bentuk yang mungkin—kubus, piramida, bongkahan tak beraturan—bola memiliki luas sebelah paling kecil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Segera setelah Anda melepaskan sebuah gelembung dari pipa tiup atau dari salah satu peralatan lebih modern, tegangan permukaan membuat lapisan tipis air sabun mencari luas permukaan yang sekecil mungkin. Maka terjadilah sebuah bola. Andaikata Anda tidak dengan sengaja memerangkap udara di dalamnya, air sabun akan terus menyusut membentuk<span> </span>sebuah titik bola padat, seperti yang terjadi pada air hujan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akan tetapi udara di dalam mendorong ke arah luar, menahan selaput air. Semua gas memberikan tekanan pada wadah penyimpanan mereka karena mereka terdiri atas molekul-molekul terbang bebas yang terus membentur yang menghalangi. Dan dalam sebuah gelembung, gaya-gaya tegangan permukaan ke arah dalam pada selaput air diseimbangkan dengan tepat oleh gaya mendorong ke luar oleh gaya dari dalam. Jika ada perbedaan sedikit saja, gelembung entah akan mengecil atau mengembang sampai keduanya sama besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cobalah meniupkan udara lebih banyak untuk membuat gelembung yang lebih besar. Itu sama dengan menambah tekanan udara di sebelah dalam. Yang dapat diperbuat oleh selaput air untuk mengimbangi tekanan air ke luar adalah memperluas permukaannya. Ini menyebabkan bertambah besarnya gaya-gaya tegangan permukaan ke arah dalam. Maka gelembung itu secara secara serentak memperbesar ukurannya. Namun dalam proses tersebut selaput air semakin tipis, pasalnya persediaan air semakin terbatas. Apabila Anda terus menambahkan udara ke dalamnya, akhirnya selaput tadi tidak memiliki cadangan air lagi untuk memperluas permukaaan. Akibatnya buruknya mudah ditebak; gelembung itu meletus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hal yang tepat sama terjadi pada permen karet, kecuali bahwa alih-alih tegangan permukaan ke arah dalam, gaya yang cenderung memperkecil gelembung atau balon berasal dari elastisitas karet dalam permen Anda. Elastisitas, seperti tegangan permukaan, seolah berkata: “Kalau boleh, aku ingin menjadi bola yang sekecil mungkin.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dikutip dari “Einstein Aja Gak Tau! Penjelasan tentang peristiwa sehari-hari”, karya Robert L. Wolke.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=93&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/mengapa-gelembung-sabun-berbentuk-bulat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikan : Daging Putih yang Sejati</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/ikan-daging-putih-yang-sejati/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/ikan-daging-putih-yang-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 03:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tau Ngga' kamu?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa daging ikan umumnya putih, padahal kebanyakan daging lain berwarna merah? Bukankah ikan juga mempunyai darah? Dan mengapa ikan lebih lekas masak dibanding daging lain? Tentu saja, ini bukan semata-semata karena ikan bukan selalu berada di dalam air seumur hidupnya. Daging ikan memiliki pembawaan yang berbeda dari daging kebanyakan makhluk berjalan, melata, dan terbang karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=88&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Mengapa daging ikan umumnya putih, padahal kebanyakan daging lain berwarna merah? Bukankah ikan juga mempunyai darah? Dan mengapa ikan lebih lekas masak dibanding daging lain?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentu saja, ini bukan semata-semata karena ikan bukan selalu berada di dalam air seumur hidupnya. Daging ikan memiliki pembawaan yang berbeda dari daging kebanyakan makhluk berjalan, melata, dan terbang karena <span id="more-88"></span>beberapa alasan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang pertama, berenang dalam air mungkin bukan kegiatan binaraga yang terlalu berat buat ikan, setidaknya dibandingi kuda dan rusa yang harus berpacu di padang rumput atau burung yang harus mengepak-ngepakkan sayap terus-menerus di udara. Ini sebabnya otot-otot ikan tidak seberkembang otot-otot hewan lain. Gajah, misalnya, harus bekerja keras melawan gravitasi bahkan ketika hanya inigin melangkah, maka otot-otot mereka sangat berkembang dan keras. Akibatnya, kita harus memasaknya dalam suhu di bawah temperatur didih lama sekali agar menjadi lunak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi, yang lebih penting adalah kenyataan bahwa ikan memiliki jaringan otot yang secara mendasar memang berbeda dari kebanyakan hewan darat. Untuk melesat kabur dari musuh-musuhnya, ikan memerlukan gerak menyentak yang sangat bertenaga, dibanding gerak tidak menyentak namun berjangka waktu lama seperti pada satwa lain ketika sedang berlari. Maka, otot-otot ikan terutama terbentuk dari serat-seratyang dapat berkontraksi dengan cepat. (Otot umumnya terbentuk dari berkas-berkas serat ), otot-otot ini lebih pendek dan lebih tipis dibanding serat-serat besar untuk kontraksi lambat pada otot-otot satwa darat, dan karena itu dapat lebih mudah dikoyak, misalnya ketika dikunyah, atau diuraikan secra kimiawi, ketika dimasak. Ikan bahkan cukup lunak untuk dimakan mentah-mentah, seperti pada masakan sashimi, tetapi steak ala tartar harus ditumbuk dahulu supaya dapat dikunyah oleh kebanyakan<span> </span>satwa pemakan daging.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Satu alasan penting lain mengapa ikan lebih lunak daripada satwa lain adalah karena mereka hidup dalam lingkungan yang pada dasarnya tanpa berat. Oleh sebab itu mereka tidak terlalu memerlukan jaringan pengikat-tulang rawan,tendon,<span> </span>ligamen, dan sebagainya yang diperlukan oleh kebanyakan makhluk lain untuk menyangga<span> </span>berbagai bagian tubuh dan mempersatukan semuanya dengan kerangka utama. Maka ikan praktis seluruhnya terdiri atas otot, tanpa jaringan-jaringan liat yang sulit diuraikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena semua tadi, daging ikan begitu lunak sehingga masalah pokok kita adalah menjaga agar tidak memasaknya terlalu lama. Kita memasaknya hanya sampai semua proteinnya menggumpal dan berwarna pekat, sama seperti yang terjadi pada protein dalam putih telur. Daging tadi akan menjadi liat dan kering jikan Anda memasaknya terlalu lama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lalu, mengapa daging ikan berwarna putih? Darah ikan tidak terlalu banyak, dan yang sedikit itu pun sebagian besar terpusat dalam insang. Ketika hewan sial ini akhirnya terhidang di meja makan, hampir semua darahnya telah habis tercuci. Mudahnya mencuci darah dari daging ikan sekali lagi terkait dengan aktivitas otot yang<span> </span>berbeda pada bangsa ikan. Karena hanya dirancang hanya untuk kontraksi-kontraksi cepat dan singkat, otot ikan tidak memerlukan cadangan oksigen seperti pada otot hewan darat yang memerlukan stamina untuk kegiatan mereka. Sebagaimana kita ketahui, otot-otot kontraksi lambat pada hewan darat harus menyimpan oksigen dalam bentuk mioglobin, sebuah senyawa merah yang berubah menjadi coklat ketika terkena udara atau panas. Mioglobin inilah, bukan darah, yang membuat daging merah berwarna merah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p><strong><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dikutip dari “Einstein Aja Gak Tau! Penjelasan tentang peristiwa sehari-hari”, karya Robert L. Wolke.</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=88&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/ikan-daging-putih-yang-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asap Tembakau Berwarna Biru?</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/asap-tembakau-berwarna-biru/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/asap-tembakau-berwarna-biru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 02:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tau Ngga' kamu?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah mendengar bahwa ketika orang barat masih bodoh, asap rokok mereka berwarna biru. Tapi, setelah mendapatkan ilmu dari timur, mereka menghirup asap rokok itu sebelum menghembuskannya ke udara, dan asap yang keluar berwarna putih. Saya tahu akibatnya pada paru-paru, tetapi apakah yang dialami oleh asap tembakau? Tar dan nikotin tidak berwarna biru, jadi bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=85&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Saya pernah mendengar bahwa ketika orang barat masih bodoh, asap rokok mereka berwarna biru. Tapi, setelah mendapatkan ilmu dari timur, mereka menghirup asap rokok itu sebelum menghembuskannya ke udara, dan asap yang keluar berwarna putih. Saya tahu akibatnya pada paru-paru, tetapi apakah yang dialami oleh asap tembakau?<span id="more-85"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tar dan nikotin tidak berwarna biru, jadi bukan ini penyebab biru pada asapnya. Yang terjadi adalah perubahan ukuran partikel-partikel asap akibat perubahan ilmu merokok.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Partikel-partikel dalam asap rokok, ketika terbang ke udara dari ujung rokok yang terbakar, mempunyai ukuran yang sangat kecil, lebih kecil daripada glombang cahaya nampak (visible light). Ketika seberkas gelombang cahaya melewati kumpulan partikel-partikel kecil ini, partikel-partikel tersebut terlalu kecil untuk memantulkan gelombang cahaya ke arah semula. Partikel-partikel ini hanya menyebabkan gelombang cahaya terganggu tetapi meneruskan perjalanan mereka dengan arah yang berubah-ubah, atau dengan kata lain gelombang cahaya menjadi tersebar. Cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek—yang pada spektrum cahaya nampak berada di daerah biru—menyebar dengan sudut yang lebih besar terhadap arah semula dibanding gaya gelombangnya lebih panjang; ini karena ukurannya lebih<span> </span>mendekati ukuran partikel-partikel asap.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apabila kita memandang asap itu dengan sumber cahaya di belakang kita atau bergeser sedikit, banyak berkas cahaya biru yang tidak bisa meneruskan perjalanan, tetapi menghambur ke seluruh ruangan—setidaknya lebih banyak dibanding warna lain. Itu sebabnya mata kita lebih banyak menerima cahaya biru yang terpental oleh partikel-partikel asap dan asap tampak kebiru-biruan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika asap sebatang rokok diisap dahulu ke dalam paru-paru sebelum di hembuskan ke udara, partikel-partikelnya menjadi agak lebih besar karena mereka belum sempat mengalami pembakaran sempurna. Ketika dihirup, banyak di antara mereka terperangkap dalam paru-paru, dan tidak pernah tampak lagi kecuali perokok menjalani biopsi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sementara itu, partikel-partikel akhirnya menyeleseikan perjalanan mereka sampai ke luar dari paru-paru semuanya mengikat air, yang semakin memperbesar ukuran mereka. Partikel-partikel ini sekarang lebih besar daripada panjang<span> </span>gelombang cahaya warna apa pun, maka tidak ada cahaya yang terlewatkan atau bahkan hanya akan terbaurkan. Seperti sebuah benda besar, asap ini memantulkan warna kembali<span> </span>ke tempat asal mereka. Karena pencampuran semua warna menghasilkan warna putih, asap rokok yang keluar dari paru-paru tidak biru lagi tetapi putih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dikutip dari “Einstein Aja Gak Tau! Penjelasan tentang peristiwa sehari-hari”, karya Robert L. Wolke.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=85&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2009/01/17/asap-tembakau-berwarna-biru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pitik Homo Diamput&#8230;. !</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/30/pitik-homo-diamput/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/30/pitik-homo-diamput/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 06:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Ceritane tentang sebuah peternakan ayam. Iki crita pitik-pitik ndik peternakane Mat Pithi. Ndik kono onok 25 pitik babon karo situk pitik jago, tapi wis ngurak, tuwo. Ndelok pitik jagone koyok ngono iku mau, sing mestine wis ga isok diarepno isok nglakeni babon sing sak mono akehe, Mat Pihi mutusno tuku jago situk maneh, sing jek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=81&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Ceritane tentang sebuah peternakan ayam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Iki crita pitik-pitik ndik peternakane Mat Pithi. Ndik kono onok 25 pitik babon karo situk pitik jago, tapi wis ngurak, tuwo. Ndelok pitik jagone koyok ngono iku mau, sing mestine wis ga isok diarepno isok nglakeni babon sing sak mono akehe, Mat Pihi mutusno tuku jago situk maneh, sing jek enom.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Ndelok onok jago anyar, kathik jek enom, kabluk-ane mesti yo jek get, <span id="more-81"></span>jago tuwo mau rumangsa kalah saingan. Biasane isok numpak-i babon selawe, hare&#8230; iki kok onok arek enom. Gak urung, babon-babon ngerubung jago enom mau, kepengin ngrasakno dilakeni. Jago tuwo yo cemburu berat, guk !</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sopo gak mangkel, ndelok jago enom mau balik-balik nyengklak babon-babon nganyeng mau iku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Jago tuwo nyidek-i jago enom. “Dik, masiyo awakmu jek gagah, yo ojok serakah opo’o. Mosok babon selawe dipek kabeh rek&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Jago enom , sumbung, ngomong “Sak karepku tah, lik. Kate tak tumpak-i kabeh tah enggak, lak opo jare aku, tah. Opo maneh sing cidek-cidek aku yo pitik-pitik wedok ku dewe. Maeng mulo, tah, peno iku ojok loyo ngono. Pitik jago kok nyekuthuk koyok ngono, lik&#8230;”, sinis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Iyo ae awak-awak iki wis umur akeh, cung. Biyen opo’o jek enom. Wedok-an selawe iku sopo sing numpak-i. Yok opo nek koen 15 aku sepuluh?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Gak isok, cak&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Wes, peno 20 aku limo ae”, penjaluk-e jago tuwo memelas. Timbang enggak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Gak isok. Selawe iku aku kabeh&#8230;.”, pitik enom jumawa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Wis, aku 2 ae, peno sing 23”, pitik tuwo tambah memelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Gak isok ! Titik !”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pitik tuwo nelongso. Biasane numpak pitik selawe, sak iki siji-sijio ae gak kumanan babar blas. Kabeh dipek jago enom.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Wis ngene ae”, jare jago tuwo. “Yok opo nek nganakno pertandingan. Sing menang oleh numpak-i pitik selawe kabeh, sing kalah ngaplo. Yok opo ?”. Pitik jago tuwo nantang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Nantang ? batine jago enom. Pitik loyo karek matek-e ae kathik ngejak pertandingan ? Gak salah tah iki ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Ayo. Kate pertandingan opo, lik, tak ladeni”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Mlayu !”, jare pitik tuwo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Mlayu ? Pitik tuwo koyok ngono iku ngejak balapan mlayu ? wong mlaku ae wes serentengan ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Ayo’”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Tapi aku njalok syarat”, jare pitik jago tuwo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Opo syarate ?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Aku lak wes tuwo, tah. Aku tak mlayu disik. Nek wes kacek 10 meter, kaet koen mulai mlayu”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Cumak 10 meter ? Lha masiyo 50 meter,tah, pasti isok tak uber. Ngono batine jago enom. “Yo wis, ayo !”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pitil loro mau mulai ancang-ancang. Pitik tuwo mulai mlayu ndisik-i. Begitu kacek 10 meter, pitik enom baru mulai mlayu. Tambah suwe jarak-e tambah cidhek. Pitik tuwo ambegane wis senen-kemis, mlayu, tapi yo gak isok banter. Tambah suwe jarak antarane pitik tuwo mbarek jago enom tambah cidhek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bareng karek sak meter maneh, ujug-ujug ono suwara bedhil “DER !”. pitik enom njengkang kenek bedhil manuk mau. Endase meh pecah keterjang timah pelurune bedhil manuk mau. Kejet-kejet sedhela, terus mati. Kukut wis ! Sing nembak mau Mat Pithi. Lho, ola opo ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Mat Pithi nyidek-i bangke-ne pitik jagi enom sing wis mati mau. Gak tambah ditulungi tah yok opo, malah ditendang-tendang, mbarek misuh-misuh. “Pitik jancukan. Wis sepuluh sak wulan iki aku mateni pitik. Angger-angger tuku mesti keliru pitik homo. Gak gelem numpak-i babon, malah nguber-uber pitik jago tuwo thok ! Dobol !”</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=81&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/30/pitik-homo-diamput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Basmallah</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/30/keajaiban-basmallah/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/30/keajaiban-basmallah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 06:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika Abu Hurairah ra, bertemu dengan setan pengggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Setan penggoda orang kafir gemuk, segar, rapi, dan memakai baju bagus, sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus, kering, dan telanjang. Setan gemuk tadi bertanya pada setan kurus, “Kenapa dirimu kurus, kering, kusut, dan telanjang?” Setan kurus pun menjawab, “Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=75&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Suatu ketika Abu Hurairah ra, bertemu dengan setan pengggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Setan penggoda orang kafir gemuk, segar, rapi, dan memakai baju bagus, sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus, kering, dan telanjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Setan gemuk tadi bertanya pada setan kurus, <span id="more-75"></span>“Kenapa dirimu kurus, kering, kusut, dan telanjang?” Setan kurus pun menjawab, “Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berdzikir dan membaca Basmallah menyebut nama Allah. Ketika hendak makan dan minum ia membaca Basmallah menyebut nama Allah, maka aku tetap lapar dan haus. Ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah, maka aku tetap kusut. Dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Setan gemuk menyahut, “Kalau begitu aku beruntung. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah. Pada waktu makan dan minum ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut makan dan minum sampai puas. Ketika memakai minyak ia tidak mnyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan.<span> </span>Dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Saudaraku, begitu besar faedah membaca Basmallah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, bahwa rumah yang dibacakan Basmallah maka setan tidaka akan bercokol atau bermalam di dalamnya. Dan baginda Rasulullah SAW mengajarkan segala amalan kita diawali dengan Basmallah. Agar amalan itu benar-benar penuh berkah, tidak diganggu setan dan mendapat ridho dari Illahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dikutip dari “Diatas Sajadah Cinta” Habiburrahman El Shirazy.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=75&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/30/keajaiban-basmallah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THE HOLY QUR’AN ITU TELAH  MERUBAH SEGALANYA</title>
		<link>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/26/the-holy-qur%e2%80%99an-itu-telah-merubah-segalanya/</link>
		<comments>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/26/the-holy-qur%e2%80%99an-itu-telah-merubah-segalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 06:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hqmovicend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hqmovicend.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Penampilnya telah jauh berubah dibanding 20 tahun silam. Kini baju gamis panjang, sorban putih serta sandal dan janggut panjang menjadi trade marknya. Wajahnya tampak bersinar. “Who is the greatest ?” teriak Yusuf Islam di hadapan ribuan penggemarnya yang menjawab “Allah is the Greatest”. Malam itu, di sebuah hotel di Turki ia merilis album terbarunya, “Ihaveno [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=67&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Penampilnya telah jauh berubah dibanding 20 tahun silam. Kini baju gamis panjang, sorban putih serta sandal dan janggut panjang menjadi trade marknya. Wajahnya tampak bersinar. “Who is the greatest ?” teriak Yusuf Islam di hadapan ribuan penggemarnya yang menjawab “Allah is the Greatest”. Malam itu, di sebuah hotel di Turki ia merilis album terbarunya, </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><em>“Ihaveno Cannons That Roar”</em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">, sebuah album yang berkisah <span id="more-67"></span>tentang syuhada bosnia yang jadi korban kebiadaban tentara serbia.</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Yusuf Islam adalah mantan penyanyi pop kelas dunia pada dekade tujuh puluhan yang dilahirkan dengan nama Steven Demetri Geourgiou di London pada 21 Juli 1947. Bebrapa karya pria keturunan Yunani dan Swedia yang dulu dikenal dengan nama Cat Stevens ialah lagu </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><em>“Morning Has Broken”</em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> serta tembang </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><em>“Father and Son”</em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> yamg akhir-akhir ini kembali dipopulerkan  oleh Boyzone. Masa kecilnya dihabiskan dengan mendengarkan lagu-lagu rakyat Yunani yang kelak sangat berpengaruh dalam lagu-lagunya. Stevens menulis lagu ketika belajar di Hammersmith College. Ia mencetak hit dengan lagu </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><em>“I Love my Boy”</em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> tahun 1967 dan </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><em>“Mathew and Son”</em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> yang pernah naik ke nomor dua lagu top di Inggris.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Tahun 1981 ia menyatakan, “saya tidak lagi mencari tepuk tangan dan ketenaran”, dan memeluk agama islam lalu berganti nama Yusuf Islam. Sejak itulah gaya hidup, penampilan dan perilakunya berubah. Ia bertekad membaktikan hidupnya untuk membantu penyebaran dakwah islam. Kini ia telah menemukan jawaban kebenaran yang selama ini dicarinya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Setidaknya ada tiga peristiwa penting dalam hidup Yusuf Islam yang sangat mempengaruhinya saat ia memutuskan memeluk islam. Pertama, ketika ia berjuang antara hidup dan mati karena menderita sakit tuberkolosis tahun 1968. Kedua tatkala ia nyaris mati karena hampir tenggelam di pantai Malibu tahun 1977. Dua pengalaman hidup yang sangat berharga itu di tambah lagi ketika saudaranya, David, memberinya sebuah terjemahan Kitab Suci Al-Qur’an. Sejak itulah ia menentukan pilihan hidupnya. Ia memilih apa yang ia anggap benar, tak tegoyahkan oleh orang lain atau sukses duniawi yang sudah menanti untuk digenggamnya. Dengan begitu, segudang keistimewaan Yusuf Islam kini bertambah  dengan keistimewaan akidahnya. Yusuf Islam bukan hanya mengucapkan syahadat, tapi setelah itu kehidupannya berubah. Ia seperti membuang masa lalunya ketika ia menjadi idola jutaan orang oleh karya-karyanya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Semua karyanya setelah itu selalu memliki nuansa religius disamping semangat dakwah dan jihad. Ia meyumbangkan hampir setengah pendapatannya untuk amal dan membentuk Muslim Aid guna menolong korban kelaparan di Afrika pada tahun 1984. Ia juga berhasil mendapatkan dana pemerintah untuk membantu sekolah-sekolah muslim yang kurang mendapat perhatian. Dan di tahun 1990, Yusuf Islam berkunjung ke Iran untuk misi perdamaian dan berhasil kembali dengan empat orang sandera. Ia benar-benar orang yang sedikit bicara banyak berbuat. Beberapa waktu kemudian, ia juga merilis lagu-lagu bersemangat jihad tentang para mujahidi di Afghanistan. Dan ketika perang Bosnia berkecamuk, ia menggambarkan pedihnya perasaan anak-anak yang di tinggal keluarganya yang menjadi korban keganasan perang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Yusuf Islam kini telah melihat dunia secara utuh dan memutuskan bahwa jawaban utamanya adalah mencari kedamaian dalam dirinya. Baginya, Al-Qur’an membuat fajar benar-benar telah muncul, Mornig has Broken.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>(Dikutip dari Khazanah Sabili No. 19 Th V11)</strong></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hqmovicend.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hqmovicend.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hqmovicend.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hqmovicend.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hqmovicend.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hqmovicend.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hqmovicend.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hqmovicend.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hqmovicend.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hqmovicend.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hqmovicend.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hqmovicend.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hqmovicend.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hqmovicend.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hqmovicend.wordpress.com&amp;blog=5890830&amp;post=67&amp;subd=hqmovicend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hqmovicend.wordpress.com/2008/12/26/the-holy-qur%e2%80%99an-itu-telah-merubah-segalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b84e4149f876358dac41867b7a48aaa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hqmovicend</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
